Melihat Layang-layang Unik di Jepang

Tweet

Follow @blog_angka13

     

 

 

Berbagai jenis layang-layang dibuat dan digemari di dunia, misalnya, ada layang-layang naga dari Cina, layang-layang berwarna-warni dari India, dan beberapa orang lainnya menikmati Kitesurfing.

 

 

 

Di Jepang, menerbangkan layang-layang secara tradisional dianggap sebagai kegiatan tahun baru.

 

Layang-layang Jepang terbuat dari washi (kertas Jepang) dan bambu.

 

Di Higashiomi, prefektur Shiga, “Yokaichi Giant Kite Festival” diadakan pada hari minggu keempat setiap bulan Mei.

Pada festival itu, mereka menerbangkan layang-layang hyakujo dengan ukuran 13 meter dan 12 meter dan berat 700 kg.

 

 

 

Dalam sejarah 300 tahun dari festival itu, ada catatan bahwa terdapat layang-layang raksasa yang ukurannya dua kali lebih besar dari layang-layang hyakujo yang pernah diterbangkan pada tahun 1882.

 

Ini adalah layang-layang hyakujo yang terbuat dari washi dan tongkat bambu.

 

 

 

Lihatlah betapa besar layang-layang itu dibandingkan dengan layang-layang lain!

 

Mungkin ada layang-layang lebih besar di dunia tapi layang-layang ini adalah layang-layang terbesar yang terbuat dari kertas.

erkenal. Di museum ini, Anda bisa melihat kereta api uap dengan nomor lokomotif B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslinge. Kereta api uap ini unik karena memiliki gerigi. Gerigi yang berada di bagian bawah kereta berfungsi sebagai pencengkram, antara kereta dan rel. Bahkan hanya tiga negara saja yang masih mempunyai kereta api bergerigi ini, yaitu Indonesia, India, dan Swiss. 

Selain itu, pengunjung juga bisa mencoba kereta api bergerigi tersebut. Tarif yang dikenakan yaitu Rp 50.000 per orang untuk perjalanan pergi dan pulang secara reguler. Namun, jika tidak sabar menunggu perjalanan reguler, penumpang juga bisa menyewa secara khusus dengan tarif Rp 3.250.000 hingga Rp 5.250.000. Selama perjalanan, Anda akan ditemani oleh pemandangan indah sepanjang perjalanan yang berupa panorama Gunung Unggaran dan Gunung Merbabu yang menjulang tinggi serta hamparan Rawa Pening di bagian bawahnya.

2. Dieng Plateu, Wonosobo

Bosan dengan pantai dan laut, datang saja ke Dieng Plateau. Dieng Plateu terletak di ketinggian 2.000 mdpl. Jika liburan ke tempat ini, jangan lupa menggunakan pakaian yang tebal, karena suhunya berkisar 10-20 derajat Celcius. Bahkan bisa mencapai minus 10 derajat Celcius di bulan Juli dan Agustus. Suhunya yang dingin tentu sangat asyik untuk dinikmati 

Ada banyak tempat yang bisa Anda kunjungi di kawasan Dieng. Salah satunya adalah Kawah Sikidang. Kawah ini terbilang unik karena letaknya yang bisa berpindah-pindah karena fenomena alam. Selain itu, Anda juga datang ke Telaga Warna yang memantulkan warna hijau, biru, dan ungu. Waktu terbaik untuk datang ke tempat ini adalah saat matahari terbit. Lihatlah fenomena alam paling indah ini dari puncak Gunung Sikunir. Kabut yang selalu menemani, menambah eksotisme Dieng Plateu.

3. Umbul Sidomukti, Semarang

Nah, ini dia tempat wisata di Jawa Tengah yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga, Umbul Sidomukti. Kawasan wisata ini bisa dibilang memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Beberapa fasilitas seru yang ditawarkan adalah taman renang alam, outbond training, permainan pemicu adrenalin, camping ground dan vila.

Tempat yang paling ramai dikunjungi adalah taman renang alam. Yang membuat kolam renang ini menarik adalah lokasinya yang cukup tinggi, yaitu di ketinggian 1.200 mdpl. Selain itu, panorama yang disuguhkan di sekitar kolam juga sangat memesona. Jika tidak ingin berenang, olahraga pemicu adrenalin seperti flying fox atau marine brigde bisa menjadi pilihan. Ingin menginap? Tenang saja, tempat wisata yang terletak di Desa Sidomukti, Semarang ini juga menyediakan pondok penginapan. Asyik kan?

4. Desa Wisata Candirejo, Magelang

Ingin liburan dengan suasana khas pedesaan? Desa Wisata Candirejo patut dicoba. Di sini, para wisatawan diajak mempelajari kehidupan tradisional desa dengan menginap langsung di rumah warga. Dijamin seru!

Setiap turis yang datang, baik domestik maupun mancanegara bisa menginap di pondokan yang telah disediakan. Anda pun bisa berinteraksi langsung dengan penduduknya. Berkeliling desa adalah hal yang tidak boleh dilewatkan saat berada di desa wisata ini. Saat berkeliling nanti, pengunjung akan disuguhi dengan keunikan tradisi dan budaya masyarakat setempat, kesenian dan kerajinan rakyat, serta metode sistem pertanian tradisional. Eits, jangan lupa membeli hasil kerajinan bambu penduduk Candirejo untuk oleh-oleh, ya!

5. Lawang Sewu, Semarang

Lawang Sewu, bangunan indah bekas peninggalan kolonial Belanda tersebut telah menjadi ikon Kota Semarang. Letaknya di tengah kota, tepatnya di daerah Simpang Lima yang terkenal. Sejarahnya, arsitekturnya dan keindahannya telah membuat bangunan ini sebagai objek wisata favorit di Semarang.

Lawang Sewu memiliki arti seribu pintu. Julukan tersebut lahir dari masyarakat karena banyaknya pintu dan jendela yang berukuran besar. Keindahan pintu dan jendela tersebutlah yang membuat Lawang Sewu terlihat gagah. Tiket masuk ke Lawang Sewu sebesar Rp 10.000 dan pada saat memasuki Lawang Sewu, Anda akan disambut oleh kaca patri yang sangat besar. Lawang Seu terdiri dari dua menara dan dua tingkat lantai. Menara berfungsi sebagai tempat penampungan air, yang akan dialirkan ke ruang bawah tanah. Khusus ruang bawah tanah, ada kisahnya tersendiri. Dulu tempat ini dijadikan sebagai penjara tahanan Belanda. Kadang, ada beberapa pemandu lokal yang menawarkan wisata malam di ruangan bawah tanah. Jika tidak punya nyali, jangan sekali-sekali mencoba.